Minggu, 20 Desember 2015

Revolusioner Dari NTT, Vinsensius Nurak

Vinsensius Nurak Kick Andy MetroTV
Vinsensius Nurak dalam wawancara di acara Kick Andy MetroTV

Vinsensius Nurak, Siapakah dia? barangkali kita begitu asing dengan nama tersebut, Vinsensius Nurak merupakan seorang petani yang mampu membuat dampak besar di dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti apakah perannya?,

Ia memiliki pengalaman yang menarik, sosoknya begitu dekat dengan petani, bukan tanpa sebab, karena dengan "ulahnya" ia mampu menyulap tanah seluas 6 ribu hektare di desa tergersang di Nusa Tenggara Timur Utara (NTT), tepatnya di desa Kefamenanu menjadi tampak lebih subur dari sebelumnya!,

Kisahnya berawal ketika ia yang lulusan Sarjana Pertanian pada tahun 1990 pergi ke sebuah desa terkering di timur barat yaitu desa Kefamenanu dengan curah hujan 773 mm/tahun dengan maksud, jika ia bisa mengatasi masalah di wilayah yang sulit, maka ia tentunya juga mampu membantu di wilayah yang  paling mudah.

Bagaimanakah perjalanan hidup dari Vinsensius Nurak?,mari simak video yang saya ambil dari acara Kick Andy MetroTV


Ketika pertama kali ia datang kedesa yang tersulit bahkan tergersang, curah hujan yang rendah, ada hal menarik yang ia lihat yaitu kebiasaan masyarakat yang bertanam dengan cara tebas,bakar lalu berpindah (lahan berpindah). Menurutnya, yang ada di fikiran petani saat itu "Kalau kita potong pohon, kita bakar itu akan mendatangkan hujan, karena asapnya itu membentuk embun lalu awan, dan awan tersebut bisa mendatangkan hujan".

Pada saat itu hal yang paling pertama dilakukan ketika ia kesana tepatnya pada umurnya yang masih muda yatu 22 tahun, adalah menajak mereka untuk bisa berkebun menetap, pada saat pertemuan pertama tersebut ada warga yang menyerang dengan argumen "Kalau kita tidak bakar, hujan tidak ada, bapak yang mau ngasih makan kami?, kami ini sudah berpengalaman, bapak juga belom pernah berkerja dengan petani disini!". Secara nalar memanglah agak gila ketika seorang yang berumur 22 tahun memberikan nasihat ke para petani yang sudah makan asam garam di pertanian.

Dan yang uniknya dari pertemuan atau diskusi tersebut hanya ada 2 orang dalam 1 tahun yang mau mengikuti sarannya, lalu tahun berikutnya 8 orang , tahun berikutnya 16 orang dan sekarang menjadi lebih dari 18.000 orang. Luar biasa bukan!

Cara yang dilakukan pertama oleh Vinsensius ini adalah dengan melakukan percobaan di kebun dengan 1 atau 2 orang petani lalu berhasil, lalu kita perlihatkan kepada petani lain.

Ia bercerita dalam acara tersebut bahwa tahun pertamanya adalah tahun yang menguntungkan baginya, karena hujannya hanya turun 4x, kenapa menguntungkan? ia menjawab "Karena ladang yang mengunakan sistem tebas-bakar semuanya gagal, lahan yang kami garap dengan sistem pertanian terpadu, berkelanjutan-lah yang berhasil!" oleh sebab itu para petani disana sudah percaya bahwa sosok Vinsensus ini tidak menipu para petani.

Ia lanjut bercerita dalam acara tersebut bahwa selama 5 tahun itu ia tinggal menetap dengan petani, tinggal didesa, dan hidup di desa karena ia masih belum memiliki kantor LSM. Sebagai seorang aktivis ia sering memberikan masukan ke pemerintah atau teman temannya, salah satunya adalah kita sudah saatnya jangan menggunakan penyuluh pertanian tetapi pendamping

Semula ketika ia berada disana ketika tahun pertama dan kedua, ia belum mendapatkan gaji, karena kantor kecil dan belum ada investor, dan untuk makan dan hidup ditanggung oleh petani, menurutnya "petani itu, ketika kita membantu mereka, mereka akan membantu untuk kita"

Vinsensius Nurak
Tak hanya itu saja, ia mengorganisasikan agar petani bersatu untuk melawan Tengkulak, karena disana menurutnya tengkulak begitu banyak menipu petani, seperti yang ia contohkan ketika timbangan asam yang bobotnya 10 kilo bisa jadi 8 kilo, bahkan yang paling parah ketika masa sulit sapi pun bisa ditukar beras / harga ditentukan oleh tengkulaknya sendiri!

Menurutnya hal tersebut terjadi karena petani tidak bersatu, dia mengambil contoh ketika tengkulak membeli dengan harga murah di petani lain, lalu tengkulak akan bilang bahwa petani yang disana lebih murah, karena hal itu, petani geram dan menjual dengan harga yang murah.

Hal ini menurutnya tak bsia dibiarkan oleh karena itu dia membuat organisasi petani yang kuat, karena dengan itu mereka memiliki posisi yang kuat dalam posisi tawar dalam bernegoisasi, lalu dia ambil contoh lain, ketika tengkulak mau menjual sapinya ke wilayah lain ke jakarta, ia dan para petani harus cek berapa harga sapi pasaran di jakartanya, jadi petani tidak tertipu oleh tengkulak. Menurutnya hal yang paling vital dalam perekonomian NTT adalah sapi, jika sapi dipermainkan, kondisi kehidupan masyarakat semakin sulit.

Menurutnya hal yang berubah ketika ia melakukan pendampingan adalah "yang pertama ketika seseorang melakukan sistem tebas-bakar sekarang banyak yang melakukan sistem menetap, yang kedua ketika ketiadaan pakan dan air dan sekarang sudah mulai hampir tidak ada"

Ada hal unik lain ketika ia berbagi pengalaman, ketika ia pertama kali datang ke desa tersebut rupanya adalah kurangnya pengetahuan warga akan bahasa indonesia dan hampir tidak ada yang lulus SMP, sekarang sudah banyak yang lulus sarjana. Lalu dari segi ekonomi oleh desa yang didampinginya pendapatan perkapita lebih tinggi daripada kabupaten dan desa tersebut tidak ada yang rawan pangan.

Hal yang menarik adalah sekarang mereka sudah mendampingi 90 desa dan 18.000 petani!, peran Vinsensius Nurak banyak memiliki dampak dari konteks ekonomi,pendidikan, budaya, menurutnya :

"Petani itu seharusnya tidak miskin, kalo tenaga teknis, tenaga penyuluh, sarjana pertanian, mendampingi dengan sepenuh hati maka tak ada orang miskin didesa"


Sumber
__________________________________________________________________________________
- Picture Vinsensius Nurak dalam wawancara di acara Kick Andy MetroTV:
Kick Andy MetroTV,18-12-2015
- Video Kisah Vinsensius Nurak, Revolusioner Dari NTT:
Kick Andy MetroTV,18-12-2015
- Picture  Vinsensius Nurak:
Jurnalis NTT

21 komentar:

  1. bener gan.... harusnya petani hidup layak... karena kalo gak ada petani kita bangsa indonesia impor beras... sekrng aja impor terus....

    BalasHapus
  2. ane suka banget kutipan yang ini gan : "Petani itu seharusnya tidak miskin, kalo tenaga teknis, tenaga penyuluh, sarjana petanian, mendampingi dengan sepenuh hati maka tak ada orang miskin didesa" , nice post, keep posting gan.

    BalasHapus
  3. Petani emang harus hidup makmur gan

    BalasHapus
  4. Nice.. Betul tuh tengkulak memang mengambil keuntungan lebih..
    petanipun semakin mengeluh, apalagi kalau soal pupuk..

    BalasHapus
  5. ga ada petani, ga bisa makan sayur gan... kita hidup dari petani.. bener ga..

    BalasHapus
  6. Ini menginspirasi bgt.. Bangga lah para petani.. Jangan menganggap remeh yg namanya petani.. Karna kita bisa hidup juga karna petani..

    BalasHapus
  7. Petaniku sayang, Petaniku Malang

    BalasHapus
  8. salut, merubah persepsi petani yg mindsetnya masih konvensional. semoga pertanian indonesia semakin makmur

    BalasHapus
  9. Balasan
    1. Rentenir atau sering juga disebut tengkulak (terutama di pedesaan) adalah orang yang memberi pinjaman uang tidak resmi atau resmi dengan bunga tinggi. :)

      Hapus
  10. Petani yanh cerdas, kreatif penuh imajinasi...kita boleh bangga dgn sosok beliau

    BalasHapus
  11. Ane malah baru tahu gan.. Ternyata mereka pengaruhnya sgt besar.. Thx infonya

    BalasHapus
  12. Eke juga baru tau ternyata ada engga ada mereka pengaruhnya besar banget ya~ tapi sayang skali knapa sepertinya para pak petani kurang dipeduliin kesejahteraannya T-T

    BalasHapus
  13. mantab sekali nih pk vinsen, bisa memanfaatkan lahan gersang dengan baik dan bermanfaat bagi petani..berjasa sekali,

    nice info gan..

    BalasHapus
  14. petani harus hidup makmur, karena kalo ga ada petani kita ga bisa makan :)

    BalasHapus
  15. wah hebat banget bisa ngerubah 6 hektar lahan gersang jadi produktif

    BalasHapus

Dilarang Menyisipkan Link Aktif!